Sunday, November 1, 2009

Senjata Dan Magic di Game God Of War II


Senjata Kratos di game God of War II lebih bervariasi dibandingkan God of War I.  Di GoW I, senjata Kratos hanya ada 3, yaitu Blades of Chaos, Bladess of Artemis, dan Blades of Gods yang hanya bisa dipakai di akhir game. Sedangkan di GoW II, senjata Kratos ada 4, yaitu:


A. Senjata

1. Blade of Olympus:



Kratos dapat menggunakan pedang ini untuk sementara waktu saat melawan Colossus of Rhodes. Senjata ini bisa didapatkan secara permanen setelah pertarungan terakhir melawan Zeus. Pedang ini berukuran panjang dan memiliki energi berwara biru. Meskipun berwujud pedang, senjata ini juga bisa melakukan serangan proyeksi (serangan jarak jauh) lewat aura yang ditembakannya. Dahulu kala, pedang ini dibuat oleh Zeus sang Raja Dewa untuk mengakhiri perang besar antara para Titan dan Dewa saat Great War yang berakhir dengan kemenangan para Dewa.


2. Spear of Destiny



Tombak ini bisa didapatkan setelah Kratos mengalahkan Dark Rider, pemimpin para Griffin Rider yang melindungi Island of Creation. Tombak yang berwarna ungu di tiap ujungnya ini mampu memanjang dan memendek untuk meningkatkan efektivitas area serangannya. Tombak ini dapat menghasilkan pecahan kristal yang mampu meledak dan melemparkan duri-duri kristal.


3. Barbarian Hammer

Didapat setelah Kratos mengalahkan Alrik, Raja Barbarian. Alrik bermaksud ingin balas dendam pada Kratos karena perseteruan yang pernah terjadi diantara mereka. Palu besar dan berat ini mampu melakukan 3 hit combo dengan tombol kotak. Sedangkan tombol segitiga hanya mampu memukul lawan 2 kali. Palu ini mampu mengeluarkan jiwa-jiwa terkutuk dari Underworld. Tombak ini sangat berguna saat bertarung di area sempit dan banyak musuh. Palu ini juga berguna saat menghancurkan musuh yang membantu, karena satu atau dua ayunan bisa menghancurkan musuh apapun.

4. Blades of Athena:

Blades of Athena adalah Pedang kembar yang dihubungkan dengan rantai. Pedang ini merupakan pemberian Dewi Athena. Pedang ini memiliki kombinasi serangan paling banyak, fleksibel, memiliki serangan paling cepat, dan jarak yang lumayan luas. Blades of Athena adalah senjata utama Kratos.


B. Magic:
Berbeda dari sihir di God of War pertama yang merupakan pemberian para Dewa, Kekuatan sihir Kratos di God of War II diberikan oleh para Titan

1. Typhon's Bane

magic yang berhasil didapat dari mata Titan Typhon. Magic ini memiliki bentuk berupa busur, bukan untuk menembakkan panah, melainkan untuk mengeluarkan serangan angin.

2. Cronos' Rage:
Kratos mendapatkan sihir Cronos' Rage
Magic ini didapat dari hologram Titan Cronos saat Kratos berada di Island of Creation. Saat Cronos kalah dari para dewa di Great War, ia menyimpan sisa tenaganya untuk pertemuannya dengan Kratos dengan harapan Cronos dapat mengubah takdirnya. Magic ini mampu mengeluarkan bola-bola listrik dan akan memberikan sengatan listrik jika ada musuh mendekat. Saat Cronos' Rage mencapai level 3, bola-bola listrik dapat memberikan ledakan. 

3. Head of Euryale

magic yang didapat setelah Kratos mengalahkan dan memenggal kepala Euryale. Magic ini mampu membuat musuh menjadi batu. Kekuatan sihir ini hampir mirip Meduza Gaze. Bedanya, saat Kratos menggunakan Head of Euryale, Kratos bisa bergerak sambil menggunakan magic ini dan bisa membuat Gorgon sekalipun menjadi batu.

4. Atlas Quake
Kratos bertemu Atlas
Magic yang didapat dari Titan Atlas setelah Kratos melepaskan rantai yang membelenggu Atlas. Dengan magic ini, Kratos bisa membuat gempa yang memencarkan dan menerbangkan batu-batu besar ke segala arah yang dapat menghancurkan musuh-musuhnya. Magic ini memiliki area serangan terluas.


Artikel Terkait

8 comments:

Muridmu said...

Boz...boz.. PS'an ae...wwwkwkkw

RIZKI AGUNG PAMBUDI said...

Hrus pak boz.

RIZKI AGUNG PAMBUDI said...
This comment has been removed by the author.
RIZKI AGUNG PAMBUDI said...
This comment has been removed by the author.
DEVIL DIVINITY said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
hery aditya said...

Cuman itu ja:-|

hery aditya said...

Cuman itu ja:-|

Post a Comment