Thursday, June 4, 2009

Kisah Hidup Dr. Mohammad Hatta


Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatra Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di dalam negeri, pada tahun 1921 Hatta berangkat ke negeri Belanda mengikuti kuliah pada Handels Hogere School (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam. Kuliah ini baru dapat diselesaikan pada tahun 1932 karena kegiatannya dalam Perhimpunan Indonesia (PI). Selama 4 tahun berturut-turut, dari tahun 1926 sampai 1930, Hatta menjadi ketua PI. Organisasi para mahasiswa Indonesia yang belajar di negeri Belanda ini berjuang untuk mencapai kemerdekaan bangsa atas dasar kekuatan sendiri, dilakukan oleh seluruh bangsa tanpa membedakan suku bangsa.
Hatta sering menghadiri kongres bertaraf internasional yang diadakan oleh organisasi antikolonialisme. Dalam kongres itu Hatta memperkenalkan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda. Pemerintah Belanda menuduh Hatta menghasut rakyat agar memberontak. Pada bulan September 1927 Hatta dan 3 orang tokoh PI ditangkap, kemudian diadili dalam sidang pengadilan.
Pada masa pendudukan Jepang, Hatta ikut memimpin Pusat Tenaga Rakyat (Putera). Kemudian Hatta diangkat sebagai Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 17 Agustus 1945, Hatta mendampingi Ir soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI 18 Agustus 1945, Hatta dipilih menjadi Wakil Presiden RI. Selama Perang Kemerdekaan Hatta pernah pula menjadi Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan. Kemudian Hatta diangkat sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat (RIS). Sesudah Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, Hatta diangkat kembali bulan maret 1928. Mereka dibebaskan sebab pengadilan tidak dapat membuktikan kesalahan mereka.
Hatta kembali ke Indonesia pada tahun 1932. Bersama Sutan Syahrir, Hatta memimpin partai politik Pendidikan Nasional Indonesia yang lebih dikenal dengan nama PNI-Baru. Karena kegiatan politik itu, pada bulan Januari 1935 Hatta diasingkan ke Digul, kemudian Hatta dipindahkan ke Banda Naira, dan akhirnya ke Sukabumi (Jawa Barat). Ia harus bebas setdlah Jepang menduduki Indonesia dan menjadi Wakil Presiden RI. Jabatan Wakil Presiden dipangkunya sampai Hatta mengundurkan diri pada tanggal 1 Desember 1956.
Dr. Moh. Hatta yang juga dikenal dengan panggilan Bung Hatta meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 14 Maret 1980. Sesuai dengan amanatnya, jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta. Selain sebagai negarawan, Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi.

0 comments

Post a Comment

-Baca sebelum berkomentar:

1. Jika ada kata kasar atau tidak pantas, mohon maaf! Komentar akan dihapus.

2. Kalau komentar jangan pakai anonymous. Kalau bisa Pakai Name/url. Lalu isikan namamu, kemudian isi juga URL pakai ALAMAT PROFIL FACEBOOK atau ALAMAT BLOG.

Sekian, Mohon maaf jika ada kesalahannya :)

Cancel Reply